Selasa, 09 Oktober 2012

MIRIS



Sebulan terakhir ini, perasaan hampir semua jalan berlomba-lomba dibongkar untuk diperbaiki. Saya tahu, jalannya memang udah rusak juga sih. Ambil contoh kaya Jalan Otista (Pasar Bogor),  gimana gak rusak coba…lha jalannya  dipake buat dagang setiap harinya. Dan yang perdagangkan bukan barang2 kering, tapi sayur mayor dan teman2nya. Semuanya dagangan basah, yang kalo udahannya itu bikin becek dan sampah bertebaran dimana-mana. 

 

Dalam kondisi normal aja, tanpa ada perbaikan jalan…itu jalan memang udah macet dari dulunya. Karena sepertiga badan jalan dibpake yang dagang, sepertiga lagi buat parker yang belanja dan baru sepertiganya buat kendaraan yang lalu lalang, pejalan kaki, pedagang asongan dan segala macamnya.

 

Naaah….kebayang dong kalo kemudian separo jalan itu kemudian digali. Macetnya ampun2an deh.

 

Dan itu baru di Pasar Bogor. Lepas dari Pasar Bogor menuju ke kantor, ujian saya berikutnya di Jalan Naggewer menuju ke kantor. Tanpa ada pemberitahuan sebelumnya bahwa ni jalan mu digali/diperbaiki.  Pagi itu saya dibuat bingung dengan kemacetan yang ruarrrrrrr biasaa.  

 

Dan hasilnya… banyak korban yang berjatuhan di kantor saya (baca: telat ngabsen), bahkan ada salah seorang teman dalam dua minggu terakhir di bulan September kemaren telat sebanyak 4 kali. 

 

Sebenernya panjang jalan yang diperbaiki cuma sekitar 50 m, tapi efeknya bikin saya keringet dingin karena mikir potongan 0.5 persen.

 

Tapi bukan efeknya itu aja yang bikin saya mikir.

 

Begini kawan….

 

Pernah tau yang namanya ikan sarden ga?

 

Naaah… ntu ikan tadinyakan hidup yak… ditangkap sama bapak nelayan.

 

Dan kalo itu ikan ga diawetkan, ga dikasih es balok, ga disimpen di kulkas, dalam sehari semalem say jamin ikan itu bakal busuk, rusak, berbau dan ga layak dikonsumsi lagi oleh manusia manapun.

 

Tapi….kalo ikan tadi diproses…entah dengan cara dan tekhnologi bagaimana….ternyata dia bisa tahan lama, bisa disimpan dan dikonsumsi untuk beberapa tahun kemudian, terlepas dari apakah masih punya gizi atau tidak.

 

Nach…maksud saya… ikan yang ga berdaya begitu aja bisa dibikin tahan lama untuk bertahun-tahun…kenapa jalan ga bisa siiiiich….?

 

Kenapa ga bikin aja jalan yang expirenya 5 atau 10 tahun lagi. Supaya selama 5 atau 10 tahun tiu kita2 yang make jalan bisa nyaman berkendara di jalan yg mulus dan ga setiap tahun diganggu sama galian/perbaikan jalan. Itu belon termasuk galian PLN, TELKOM, PDAM dan macem2 galian lain loh.

 

Yaaaa….gw sich ga ngarti gimana caranya…apa aspalnya dibanyakin 500 % kah,  semennya ditambah  587644 sak kah, pasir dibanyakin  sekian truk kah..?  yang penting sih buat saya….jalan jangan bolong2 kaya muka habis dipencetin jerawat… dan dibenerinnya paling cepet 5 tahun lagi. 

 

Ngimpi ga seeeeh……..????

 

8888888

SEMPURNA



Saya pernah naik bus super ekonomi hingga naik pesawat walaupun tetap masih di kelas ekonomi.

 

Pernah berjubel2 dan berlari2 mengejar bis kota dan berdiri sekian lama di kereta api KRL ekonomi, namun saya juga pernah merasakan nyamannya naik kereta super eksekutif dengan segala fasilitas yang memanjakan.

 

Saya pernah menangis hingga kering air mata karena kesedihan yang seakan tak berujung, namun juga pernah tertawa, tersenyum bahagia hingga lupa bagaimana rasanya luka.

 

Saya pernah hidup sangat bersahaja hingga pernah juga merasa bahwa saya sudah "kaya"

 

Pernah berfikir seribu kali untuk memutuskan membeli atau tidak sesuatu yang sangat diimpi walaupun sesungguhnya bagi  sebagian orang harganya tak seberapa, dan pernah juga mengeluarkan uang begitu saja untuk sesuatu yang bagi orang lain itu tak penting.

 

Pernah saya ditinggalkan sahabat, namun saya percaya bahwa mungkin ini adalah pembelajaran dari masa lalu yang mungkin saya juga pernah mengecewakan sahabat yang lain.

 

Pernah saya merasa kecil tak berarti dan kemudian pernah pula merasa saya adalah seorang yang begitu berharga bagi seorang yang lain. 

 

Saya pernah merasakan penantian yang rasanya begitu lama untuk kehadiran buah hati dan begitu bahagia pada saatnya telah tiba.

 

Saya pernah merasakan melahirkan dengan segala cara untuk melihat senyum dan mendengar tangis bayi yang begitu didamba.

 

Saya punya anak yang saat ini telah menginjak remaja dan juga punya seorang anak yang InsyAllah telah menunggu di surga.

 

Saya pernah menyukai seseorang yang tak pernah terucap saat itu hingga digilai oleh seseorang yang lain.

 

Saya pernah membuat beberapa hati patah, namun saya tak ingin merasakannya.


Cukuplah saya tahu hanya dari cerita bagaimana pedihnya.


Sungguh……


Hidup yang sempurna…

 

 

 

 

 

Senin, 01 Oktober 2012

SO SORRY....



Dewasa itu adalah……

MAMPU Mengekspresikan emosi...

Dengan cara yang bijak….

Dalam situasi dan kondisi yang kondusif…

Dan dilakukan di tempat yang memungkinkan

Serta menggunakan kata-kata yang menyejukkan…

 

 

*) versi gw hari ini…

 


FORGIVE ME, PLEASE...



Tak peduli salah atau tidak..

Bila hati resah dan gelisah

KHawatir telah menyakiti seseorang

Tak ada satupun jalan yang paling bijak

Kecuali  memohonkan  maaf