Rabu, 05 Desember 2012

TENGOKLAH KE "DALAM"

“Bacalah dirimu! Sebelum kau baca orang lain!”

 

 “Tengoklah ke ‘dalam’, sebelum bicara.”

 

"Tak mustahil, bahwa kita ternyata ada dalam barisan orang-orang yang menghambat pertolongan Allah"

 

  “Saya tidak takut dengan musuh yang banyak, tapi saya lebih takut kepada banyaknya dosa yang kita bawa. Sehingga kita akan kesulitan mendapatkan pertolongan dari Allah SWT.” (Umar Ra)

 


Era Muslim sore ini

Senin, 03 Desember 2012

SELAMAT PAGI

"Sudahkah kita memberikan ciuman selamat pagi pada anak dan pasangan kita..?"

 

#pagi ini di lit fm



Kamis, 22 November 2012

Dan Kitapun Akan Menjadi Tua

Hidup bagaikan garis lurus 

Tak pernah kembali ke masa yang lalu 

Hidup bukan bulatan bola

Yang tiada ujung dan tiada pangkal… .

 

 “Muliakanlah Orang tua kita karena kitapun akan menjadi tua”

(Era Muslim) 

Rabu, 21 November 2012

21 NOVEMBER

Lima belas tahun...lelaki kecilku..

Bukan waktu yang sebentar kalau kamu hanya diam menunggu...

Dan ternyata bukan waktu yang panjang bila kau bahagia bersamaku

Tiba-tiba...

Entah mengapa aku merasa kau terlalu cepat tumbuh..

Entah mengapa aku merasa bahwa aku tak bisa lagi berlama-lama memelukmu

Sebentar lagi kau akan merengkuh dunia dan mimpi...berlarian dan berkejaran mengejar waktu bersama orang-orang di sekitarmu. Berdesakan dalam ruang dan waktu..

Lelaki kecilku...

15 tahun memeluk dan mendekapmu...terasa takkan pernah kering cerita dan berita mengiringi perjalanan panjangmu menjalani hidup. 

Teringat menjelang malam kita bertukar cerita...sambil terkantuk aku mendekap mungil kepalamu. ..dan mungkin nanti...ada wanita lain di masa depanmu yang akan mendongengkan tidur malammu menggantikan peranku.

Entah mengapa...aku mulai hawatir...entah mengapa aku mulai resah...

Kau akan selalu tumbuh tanpa aku bisa rengkuh lagi...kau akan pergi tanpa bisa tiap pagi aku tatap lagi.

Lelaki kecilku...

15 tahun kau sebut selalu namaku...15 tahun kau selalu cium pipi, kening dan tanganku...

Aku nelangsa membayangkan bila saatnya tiba...takkan lagi setiap pagi  kau cium pipiku..takkan lagi setiap malam menjelang kau peluk tubuhku yang telah kalah olehmu. Aku menahankan tangis mengingat semuanya akan berakhir beberapa saat lagi...

Kau akan pergi menjemput semua mimpimu ....Dan saat itu aku hanya bisa menggumam rindu seraya berdoa bagi keberkahan hidupmu. 

Pergilah lelakiku...kejar dan raihlah mimpimu......

Selamat lelaki kecilku...

15 tahun sejak pertama aku memandangmu...mendekap dan meneteskan air mata karena bahagia

Dan hari ini...lelaki kecilku...

Masihkah kau menjadi lelakiku untuk selamanya...?

Keberkahan, kemuliaan, kebahagiaan, kemudahan, keindahan, selalu untuk hidupmu...

Do'aku takkan pernah lepas  mengiringi kemanapun kakimu mengajak tuk melangkah..

Selamat Ulang Tahun Kak...

Mama bangga dan bahagia punya anak seperti kakak.....

Terima kasih telah menerima kami sebagai orang tua...meskipun kami tak pernah sempurna....


Senin, 19 November 2012

GOYANG ITIK



Goyang duyung…goyang ngebor…goyang gergaji..goyang dombret….dan sekarang goyang itik..

Hadeuuuuh….. kreatip banget yak… sampai segala macem goyang dari “asset” yang sama bisa diciptakan. Dan sensasi yang dihasilkan sih sepertinya sama …begitu juga efeknya.. “Bikin hidup lebih hidup…”  terutama para lelaki yang melihatnya. Gubrag dah…

Saya ga pernah tau dan ga terlalu pengen tau juga maksud si penggoyang atau yang menciptakan goyangannya itu tujuannya untuk apa. Apa iya untuk menggoda nafsu para lelaki… atau hanya sekedar cari sensasi atau…bisa jadi itulah salah satu atau satu2nya cara mereka untuk bertahan hidup dalam dunia yang tak lagi ramah ini.

Tidak mudah memang hidup tanpa keahlian dan keterampilan di jaman sekarang. Setiap orang dituntut untuk punya sesuatu yang “laik jual”  walaupun caranya kadang kontroversial.

Sebagian besar para wanita terutama ibu2 mencela bahkan merendahkan goyangan mereka…entahlah kehawatiran itu karena apa…bisa jadi hawatir suami..pacar mereka bakal manteng di depan tipi sambil mata melotot dan mulut ternganga..dan mungkin sedikit air liur yang tanpa terasa menetes dipinggir bibir mereka. Sebagian kecil lainnya malah menjadi pengikut dan bangga bisa menirukan dengan persis goyangan tadi.

Dan sebagian besar laki2 menjadi penikmat…ada yang terang-terangan…adapula yang pura2 ga suka padahal setengah mati pengen liat juga. Dan sebagian kecil lainnya menggerutu yang kadang ga jelas juga gerutuan mereka kenapa.

Terlepas dari seperti apa goyangan dan dampak goyangan mereka…ada satu yang menarik hati saya.

Latar belakang mereka…

Hampir semuanya berlatar belakang sama…menurut saya loh..walaupun dalam kadar yang sedikit berbeda.

Meraka pada umumnya berasal dari keluarga sederhana…hidup prihatin…sebagian malah mengaku untuk makan aja susah. 

Dalam keprihatinan hidup tadi…mungkin saudara..tetangga kiri kanan ga peduli atau mungkin bernasib sama sehingga ga bisa juga membantu hidup mereka.

Kalau sebagian orang yang hidupnya prihatin berusaha dengan menjadi buruh cuci, penjaga toko…TKI ke negara tetangga..jadi  pelayan di restoran dan bahkan ada yang mengambil jalan pintas semisal menjadi wanita malam…dan mereka memilih untuk merubah hidup dengan bergoyang.

Banyak pilihan yang diambil orang untuk merubah nasibnya… dan jalan yang mereka tempuh adalah dengan menjual goyangan yang bisa bikin para laki2 pusing 7 keliling..ga bisa tidur 7 hari 7 malam.. dan kemudian mengandaikan segala macam hal yang bisa membuat istri atau pasangan mereka cemburu 7 turunan.

Siapakah yang salah…?

Apakah mereka yang telah menjual goyangan…?

Atau lingkungan masa lalu mereka yang tak pernah peduli dengan kesulitan mereka..?

Para lelaki yang napsunya memang sudah begitu dari sananya…?

Atau  media cetak, TV dan media lainnya yang telah ikut andil besar dalam “membesarkan” goyangan mereka…?

Ataukah masyarakat  yang telah memberi apresiasi dan tempat  bagi goyangan mereka..?

Hari gini….dimana standar derajat manusia telah jauh bergeser….dimana akhlak mulia dan terpuji sudah tak lagi menarik hati, dan semuanya telah digantikan oleh harta…segala macam cara akhirnya sah2 saja dilakukan orang untuk mendapatkannya.

Hari gini…

Anda takkan pernah didengar bila belum punya mobil keren..

Hari gini…

Anda takkan dilirik kalau tak menggunakan jam tangan berharga jutaan rupiah..

Dan anda takkan diperhitungkan bila tentengannya bukan Hermes..

Dan tak pernah dianggap ada bila tak punya gadget wah…

Dan Anda tak pernah berharga bila tak  pernah tau tempat kongkow yang keren

Jadi.....??????

 

 

 

 

Selasa, 13 November 2012

KAMU DAN AKU



Pagi ini tak pernah sama dengan pagi kemarin…meskipun matahari tak pernah berganti. Begitu juga dengan kamu dan aku. Aku adalah kamu…dan kamu adalah aku.

Tak peduli sekalipun matahari nantinya tak lagi satu…tak peduli berapa jauhnya kamu atau aku berjalan.

Kamu dan aku takkan terganti…sekeras apapun mereka mencoba untuk memaksa ruang antara kita.

Dan kamu…. Telah sejauh ini mengisi ceritaku…dan aku pasti tak pernah kenal kata bosan melukis dongengmu.

Jika saja kita telah sampai pada ujung perjalanan ini…entah kamu atau aku yang tak lagi setia pada waktu…

 

Sekalipun kamu tak lagi mengenangku…

Tak jadi soal asalkan bahagia tak pergi darimu..Lihatlah garis perjalananmu..ikutilah kata hatimu..

Sekalipun aku adalah kamu…dan kamu adalah aku.

Ruang dan waktu tak mungkin selalu setia seperti aku padamu.

Dulu... sebelum cerita ini dirangkai dalam gelak, tawa, sedih dan air mata.

Pada masa yang tak pernah kita pikir bahwa kita adalah satu…satu babak kehidupan juga telah dimainkan walaupun peran itu tak diberikan padaku dan padamu.

Tapi cerita itu terus berjalan..tak pernah menunggu aku dan kamu untuk datang memerankannya.

Dan akhirnya sampailah kita pada satu adegan untuk dipertemukan dalam satu panggung kehidupan yang menantang.

Kamu…

Pernahkah berangan berjumpa dengan aku sekarang…?

Dan aku tak pernah diberi mimpi bertemu dengan kamu yang telah menggambar angan  dari masa laluku.

Dan sekarang….

aku tak ingin aku atau kamu pergi…

Karena kita  takkan pernah terganti…

Kamis, 08 November 2012

GUNDAH

Seperti angin yang bertiup...seperti hujan yang turun, seperti burung yang berkicau

Panjang jalan yang telah tertempuh tidak selalu mebawa cerita, kadangkala berjalan tanpa rasa kadangkala menekur mencoba mencari makna.

OOh dunia...panjangmu tak terasa pabila canda dan tawa tak berganti dengan cerita lara. Bilamana matahari mencoba keluar menyibak dingin pagi hari..pada saat yang sama tak punya rencana dan berita untuk mengapa dan bagaimana.

Teruslah berjalan saja...berlaripun tak mengapa. Andai saja bertemu dengan bunga cinta...tak salah pula kau petik satu saja. 

Oh...hidup yang berjalan tanpa pernah mau menunggu sekejap matapun..kemarin tak lagi akan kita jumpa walau tuk sekedar bersapa. Tak ada masa tuk bertanya kabar hari yang kemarin dan tak ada cara tuk bertanya besok apa yang akan berlaku.

Turuti sajalah langkah yang sering tak mengenal arah, janganlah marah dan gundah dengan sekitar yang telah mengusik hari2 mu.

Nikmati saja pemandangan orang2 yang berlarian disepanjang jalan mengejar mimpi mereka yang tertinggal entah dimana. Pandangi saja bocah dekil yang tertidur lelap di trotoar dekat lampu merah. Senyumi saja pengemis dan pengamen yang datang mengencreng kaleng dan gitar butut mereka.

Kamu bisa berbuat apakah...? lakukanlah tanpa peduli bisik-bisik disekeliling. 

Karena tak banyak dari kita yang bisa merasa. Dan tak banyak pula dari yang bisa merasa bisa melakukan apa.

Wajah lelah, wajah gundah, wajah ceria, wajah marah, wajah murka...kamupun hadir meramaikannya. Menjadi tontonan mereka yang lain...seperti kita menonton mereka. Kita ikut bergabung dengan desakan dan himpitan di commuter..berbaur dengan aroma keringat di bus antar kota antar propinsi. mencabik pagi buta dengan hentakan pada pedal gas dan membelah aroma rumput yang basah karena semalam tersiram hujan.

Menjadi aktor sekaligus penonton untuk satu sandiwara besar kehidupan.... tersenyum mengejek pada ketidakharmonisan angkot dengan sepeda motor... sementara diseberang sana menerima teriakan sangar dari pejalan kaki yang terciprat lumpur jalan.

Kita bisa berlakon apa saja...pilih saja lakon yang kamu maukan. Tak cukup satu lakon...? Kamu bisa pilih beberap lakon lain yang bisa membuat diterima dibanyak komunitas yang menjamur.

Sampai dimanakah pelarian ini..??? bawalah serta mimpi  yang kadang tak lagi jelas.  Bawalah angan yang tak lagi kamu yakin bahwa kamu masih pantas mengangankannya. Tak mengapa...jadi penghibur saja ...agar jalan tak terasa begitu panjang dan tak berujung.

Jangan pula lupa membawa genta yang akan mengingatkan, bahwa sampai atau tidak sampai ditapal batas jalan.....waktu  pasti akan segera habis.

 Game is over

Are you a losser...? 

Or..

Are you a winner...?