Minggu, 17 April 2016

Jatuh cinta (lagi) 2 (?)

Berdebar-debar setiap menanti kehadirannya..berdegup tak karuan tiap kali menatapnya. Darahku berdesir saat mata kami saling bersua..
Ooh..laksana candu ..
Aku mabuk, mabuk dengan cintanya.
Aku jatuh cinta lagi pada dirinya.
Padahal..tinggal hitungan hari genap sudah 20 tahun kami bersama.

UHIBBUKA FILLAH

Kamu....
Hanya dengan hadirmu...aku merasa cukup
Hanya dengan candamu..aku merasa paling bahagia
Hanya dengan senyummu..aku merasa satu2nya wanita di dunia..

Kamu...
Aku tak tahu..sungguh..
Mengapa Rabbmu begitu baik mengirimkan kamu padaku..
Sungguh....
Aku tak tahu mengapa Rabbku begitu baik memilihkan kamu untuk menjadi teman hidupku.

Kamu....
Kamu bukanlah seorang yang tanpa cela
Kamu bukanlah seorang malaikat yang tak pernah salah..
Tapi..kamu, selalu  membuatku bisa melupakannya
Sungguh...
Aku hanya sering berujar bahwa aku sayang kamu..
Kali ini..
Sungguh ...
Uhibbuka Fillah..
TJ...
Sepanjang hidupku..di sini..di dunia..
Dan hidupku di sana..di surga..InsyaAllah.



INGIN

Aku selalu ingin bersamanya..
Di dekatnya..
Menyentuhnya..
Mencium aroma tubuhnya..
Tak pernah bosan..
Selalu ingin dan ingin lagi..
Bersamanya..

Kamis, 14 April 2016

RINDU

Mengapa aku tak pernah merindu kepada mereka...???
Mengapa aku tak pernah merasa harus berjumpa...???
Mengapa tak jadi soal kalau aku telah dilupa...???
Semuanya biasa saja....
Sungguh ....sangat...sangat teramat biasa.


Sementara....20 tahun...aku menghabiskan waktu di sana..
Teman dan sahabat silih berganti hadir...
Tapi yg aku rindu hanyalah seorang satu...
Dia yang setia menjadi teman, sahabat, dan pemimpin dalam rumahku...

Sungguh...untuk seorang yang satu ini..selalu ada rindu untuknya..
Tak terbayar kata untuk melukiskannya..
Rinduku yang tak pernah diabaikan..
Rindu yang selalu berbalas..
Membuat aku selalu merindu rindunya..


TAK RINDU

Hanya ingin menulis, itu saja...
Tak ada alasan yang lebih rumit untuk itu.
Tiba-tiba suatu rasa menari dalam hati, dan semakin diacuhkan, semakin dalam rasa itu terjatuh.

Tak banyak bertemu orang, tak banyak bertukar kabar, tak sering lagi makan siang sambil tertawa dengan kolega..ternyata tak membuat aku rindu untuk kembali ke sana.

Rumah ini....selalu membuat aku rindu untuk segera kembali.
Tak banyak yang aku kerjakan...tapi tak pernah membuat jemu untuk tetap di dalamnya.

Rumah ini...selalu membuat aku tak mau berlama lama meninggalkannya..
Tak pernah ada kata bosan, jenuh, dan bingung.

Bagaimalah nanti aku harus kembali ke masa yang tak pernah aku rindukan.

Aku tak pernah rindu mengutak atik komputerku..
Sama tak pernah rindunya bercengkrama dengan orang-orang yang ada di sekitarnya.
Dan kerinduan itupun tak pernah ada untuk kembali menjadi bagiannya..
Lantas...bagaimakah aku bisa kembali...???
Sementara rindu itu tak pernah hadir di hati.

Rabu, 10 Juni 2015

NIKMAT

Duduk di ruang tunggu lantai 2 pajajaran 55 Bogor. Ditemani aneka minuman dan camilan. Mata menjelajahi jalan pajajaran yag tak sepi namun juga tak lengang. Ruangan sejuk tak bising namun pun tak senyap. Maka nikmat Tuhan manakah yang dapat aku dustakan..?

Kadang...nikmat itu terlalu sempit kita pahami. Adakah dia cuma sebatas rupiah yang tertera di rekening kita..? Atau bertambahnya aset yg dimiliki? Atau bertambah banyak dan luasnya rumah dan kebun kita..?

Di sini...di ruang tunggu lantai 2 Pajajaran 55 yang tak bising pun tak senyap...aku duduk ditemani secangkir milo panas dan sepiring kecil camilan. Sungguh nikmat yang tak semua orang bisa menerimanya sebagai nikmat. Lantas nikmat Tuhan manakah yang dapat aku dustakan..?

Selasa, 09 Juni 2015

TEMAN

Siang tadi terima telpon dari seorang teman lama, lamaa sekali. Teman 27 tahun lalu. Tidak terlalu surprise sebenarnya. Karena kemaren2 saling bertukar kabar dan cerita lewat telpon.
Tapi bertukar kabar lewat telepon itu sudah lama kami akhiri tanpa kesepakatan karena sesuatu yang bisa membawa pada fitnah.

Dan hari ini...sang teman menghubungi saya lagi. "Apa kabar?...sekarang sombong..atau cuma perasaan saya saja?"

Dan saya sungguh tertawa geli mendengarnya...persis kaya anak kecil yg lagi ngambek.

Ingin rasanya bilang "woii...kita nih dah tuir..ga usah pake perasaan2 deh..!"

Tapi yang keluar malah tawa lucu dan " kok sombong..? Sombong dari mana?..sayakan ga ke hongkong..kalo habis dari hongkong  baru tuh.. sombong.."

Setelah itu obrolan yang sempat terputus beberapa lama ini kembali mengalir. Karena, kami pada dasarnya adalah teman dekat dulunya. Yang setiap hari ngobrol dan bercanda di sekolah.

memang...saya ga pernah lagi calling2 dia. Ga pernah berusaha menghubunginya. Kalo dia telepon saya terima, kalo ga telepon ya bodo amat.

Diantara obrolan kami ini ada celah, celah yang nantinya bisa membawa fitnah. Dan untuk alasan itulah saya sekarang tak berusaha menjalin komunikasi dengannya.

Dan pada akhirnya setelah membicarakan hal2 yang kurang penting dan ga penting..sang temanpun mengucapkan selamat puasa dan kamipun saling meminta dan berbagi maaf.

Dan...maaf ya teman..sungguh bukan bermaksud sombong..tapi ...bagaimanapun kita tetaplah teman. Okey teman..:)